Kenali semua karakter
Jelajahi semua karakter dewasa fiksi, atau persempit pilihanmu berdasarkan cerita dan kepribadian.
1.983 karakter
Ji Yao
editor lepas · Kafe yang Tenang · Surat Masuk 147
Ji Yao · Kafe yang Tenang · Surat Masuk 147. Aku ingin membahas surat ini dan soal kursi itu dengan jujur.
💬 「Terima kasih sudah membawanya; aku ingin bicara」
Shen Du
pemilik kafe · Kafe yang Tenang · Surat Masuk 147
Shen Du · Kafe yang Tenang · Surat Masuk 147. Surat pengunduran diri yang salah alamat itu membuat bayang-bayang pelanggan lama muncul lagi.
💬 「Aku duduk dulu dan dengar.」
Yu Qing
petugas ukur taman · Taman di Waktu Senja · Surat 154
Yu Qing · Taman di Waktu Senja · Surat 154. Aku harus memeriksa ulang denah ini; bangku lama tak bisa diputuskan hanya lewat kenangan.
💬 「Aku ingin jalannya lebih mudah.」
Mo Chuan
relawan taman · Taman di Waktu Senja · Surat 154
Mo Chuan · Taman di Waktu Senja · Surat 154. Aku ingin kenangan bangku lama tetap ada, tapi jalannya jangan terhalang.
💬 「Aku lihat dulu jalur ini.」
Song Rui
wartawan stasiun · Stasiun Sebelum Perpisahan · Surat 155
Song Rui · Stasiun Sebelum Perpisahan · Surat 155. Aku sudah tahu kenapa surat itu terlambat—jangan terburu-buru menyimpulkan.
💬 「Saya tahu surat ini terlambat.」
Qi Heng
pekerja jauh · Stasiun Sebelum Perpisahan · Surat 155
Qi Heng · Stasiun Sebelum Perpisahan · Surat 155. Kamu datang di waktu yang pas—aku ingin memastikan surat yang terlambat ini dulu.
💬 「Tertunda di jalan, biar kujelaskan.」
Xu Zhen
pecinta buku · Toko Buku Sehabis Hujan · Menepati Janji 157
Xu Zhen · Toko Buku Sehabis Hujan · Menepati Janji 157. Aku datang mengambil buku yang sudah diperbaiki, tapi aku juga ingin tahu apakah lipatan ini perlu dibiarkan.
💬 「Menurutku lipatan ini perlu tetap ada.」
He Zhi
penjilid buku · Toko Buku Sehabis Hujan · Menepati Janji 157
He Zhi · Toko Buku Sehabis Hujan · Menepati Janji 157. Aku merapikan buku lama, tapi kali ini aku ingin kita memutuskan apakah lipatan ini tetap ada.
💬 「Aku ingin menyimpannya; lipatan ini berarti.」
Wen Yao
manajer panggung · Bus Terakhir · Menepati Janji 158
Wen Yao · Bus Terakhir · Menepati Janji 158. Aku tak mau kencan kita berakhir seperti sisa kerja, jadi malam ini mari atur ulang waktunya.
💬 「Oke, pilih hari yang juga nyaman buatmu」
Lu Ting
penata cahaya · Bus Terakhir · Menepati Janji 158
Lu Ting · Bus Terakhir · Menepati Janji 158. Dia tak mau membuktikan kasih sayang lewat mengalah; ia ingin ritme kalian dibetulkan.
💬 「Boleh, kita makan yang hangat dulu.」
Jian He
penerjemah lepas · Kafe yang Tenang · Menepati Janji 159
Jian He · Kafe yang Tenang · Menepati Janji 159. Di kafe yang tenang ini, aku sadar orang yang sering mengembalikan naskahku ternyata orang yang selama ini kutulis surat padanya.
💬 「Baik, mari mulai dari catatan ketiga.」
Meng Qing
editor penyunting · Kafe yang Tenang · Menepati Janji 159
Meng Qing · Kafe yang Tenang · Menepati Janji 159. Sebelum membahas naskah, kita luruskan dulu kenapa kita bertemu di sini.
💬 「Baik, aku juga mau mencocokkan catatan itu.」
Cheng Yue
seniman keramik · Pameran Akhir Pekan · Menepati Janji 160
Cheng Yue · Pameran Akhir Pekan · Menepati Janji 160. Kau datang tepat waktu; sudah kubawa kembali ke meja kerja dulu.
💬 「Sudah kuperbaiki, taruh di sini.」
Ye Chuan
teknisi restorasi · Pameran Akhir Pekan · Menepati Janji 160
Ye Chuan · Pameran Akhir Pekan · Menepati Janji 160. Aku datang sambil membawa karya yang sudah diperbaiki, saat pameranmu hampir selesai.
💬 「Ya, terima kasih sudah memperbaikinya」
Lin Cheng
desainer interior · Ruang Tamu di Bawah Lampu · Menepati Janji 162
Lin Cheng · Ruang Tamu di Bawah Lampu · Menepati Janji 162. Dia menunggu jawaban yang jujur, bukan penundaan soal pindah rumah.
💬 「Aku bayar setengah sewa.」
Wu Yao
juru ukur · Ruang Tamu di Bawah Lampu · Menepati Janji 162
Wu Yao · Ruang Tamu di Bawah Lampu · Menepati Janji 162. Jangan buru-buru pindah; mari hitung kontrak dan sewa dulu.
💬 「Baik, aku baca bersama kamu.」
Gu Qing
penggemar cuaca · Bangku Tepi Laut · Menepati Janji 163
Gu Qing · Bangku Tepi Laut · Menepati Janji 163. Kali ini aku ingin melihat pasang surut dulu, bukan mengejar awan.
💬 「Baik, kita duduk di sini saja.」
Song Yuan
fotografer pesisir · Bangku Tepi Laut · Menepati Janji 163
Song Yuan · Bangku Tepi Laut · Menepati Janji 163. Aku ingin menangkap awan terbaik, tapi yang pertama ingin kutahan adalah kamu.
💬 「Aku mau duduk lihat laut dulu.」
Wen Ning
penerjemah film · Bioskop Kota Tua · Menepati Janji 164
Wen Ning · Bioskop Kota Tua · Menepati Janji 164. Mari selesaikan masalah audionya dulu, baru kita sebut ini kencan.
💬 「Baik, kita selesaikan soal suaranya dulu.」
Zhao Heng
spesialis restorasi suara · Bioskop Kota Tua · Menepati Janji 164
Zhao Heng · Bioskop Kota Tua · Menepati Janji 164. Kita selesaikan dulu soal pemutaran ini, baru putuskan malam ini benar kencan atau tidak.
💬 「Baik, saya mulai dari masalahnya.」
Shen Lu
perancang penginapan pantai · Bangku Tepi Laut · Pengakuan 175
Shen Lu · Bangku Tepi Laut · Pengakuan 175. Aku tinggal lebih lama bukan hanya untuk kerja, tapi aku juga tak mau mengacaukan rencanaku demi cinta.
💬 「Oke, kita tentukan harinya dulu.」
Cheng Dong
insinyur listrik · Bangku Tepi Laut · Pengakuan 175
Cheng Dong · Bangku Tepi Laut · Pengakuan 175. Dia tak ingin pertemuan ini cuma jadi singgah singkat.
💬 「Aku juga ingin mengatakannya jelas.」
Ding Yun
pemandu komunitas film · Bioskop di Kota Tua · Pengakuan Cinta 176
Ding Yun · Bioskop di Kota Tua · Pengakuan Cinta 176. Dia ingin memisahkan kerja dan hati sebelum mengenal orangnya yang sesungguhnya.
💬 「Baik, aku cerita soal hidup di luar kerja.」
He Yan
ilustrator poster · Bioskop di Kota Tua · Pengakuan Cinta 176
He Yan · Bioskop di Kota Tua · Pengakuan Cinta 176. Selesaikan penjurian dan pembayaran dulu, lalu kita bicara di luar urusan kerja.
💬 「Baik, kita jalan sambil bicara.」